Hallo semua...
Jika
pada pertemuan sebelumnya kita telah membahas prinsip-prinsip sintesis senyawa
organik, apa saya saja yang harus kita persiapkan dalam mensisntesis suatu
senyawa organik itu. Nah pada pertemuan kita kali ini kita masih akan membahas sintesis
senyawa organik yaitu Retrosintetis suatu senyawa organik. Sebelum memasuki
lebih dalam mari kita ketahui dahulu apa itu Retrosintesis.
Suatu
analisis dimulai dengan suatu pemerikasaan agar dapat menentukan metode yang
nantinya akan dapat menyederhanakan molekul. Analisis retrosintesik merupakan
suatu teknik agar dapat merencanakan sintesis terutama molekul organik
yang kompleks akan direduksi menjadi urutan struktur yang sederhana dan
kemudian sintesis akan dapat dikembangkan.
Analisis
retrosintetis ini merupakan salah satu proses untuk memecahkan permasalahan
dalam sintesis organik. Retrosintesis ini dilakukan dengan menguraikan suatu TM
atau target molekul hingga didapatlah bahan awal yang tersedia. Cara kita dalam
melakukan analisis retrosintesis ini adalah kita melakukan diskoneksi yaitu
pemutusan suatu ikatan. Setelah itu kita melakukan interkonversi gugus fungsi
yaitu melakukan konversi satu gugus fungsi ke gugus fungsi yang lainnya melalui
reaksi yang sesuai efisien.
Ada
beberapa cara kita dalam membuat atau melaksanakan analisis retrosintesis ini
seperti:
1. kita harus mempertimbangkan segala kemungkinana yaang dapat
terjadi.
2.
Kita memilih jalur sintesis konvergen atau linear yang dapat membantu kita
dalam sintesis kalo bisa konvergen karena jalur itu dapat memberikan rendemen
yang besar.
3.
Setelah itu segala cara diskoneksi dan IGF kita kita coba dan dapatkan cara
yang tepat, agar dapat menyederhanakan.
4.
kita masukan gugus fungsi pada posisi yang dapat mempermudah kita dalam membentuk
suatu ikatan.
Alkohol
tersier berfungsi sebagai inisiator pada penutupan cincin poliolefin, dalam hal
ini, tetapi kelompok lain juga telah berhasil digunakan dalam hal ini
(misalnya, asetal, epoksida). Kelompok methylacetylenic dilakukan dengan baik
sebagai terminator dalam karya aslinya. Sejumlah sistem terminating baru telah
berhasil digunakan (misalnya, alil atau propargil silan, vinil fluorida).
Untuk
lebih jelaskan mari kita simak contoh senyawa dari golongan steroid yaitu
Progesteron yang saya berikan dibawah ini:
Berikut ini adalah gambar dari
retrosintesis progerteron
Dalam retrosintesis
progerteron ini dikonversi oleh enzim-katalis dari squalene oxide menjadi lanosterol
yang terkait erat. Pada gambar diatas dapat kita lihat terjadi suatu diskoneksi
pemutusan menjadi shynton no 4 dan shynton 5. Strategi biomimetik ini untuk merasionalisasi hasil stereokimia dari
transformasi biosintetik dari squalene oxide menjadi steroid. Menurut
prediksinya bahwa molekul tak jenuh ganda dengan ikatan trans CˆC, seperti
squalene oxide, harus bersiklus secara stereospesifik, untuk melengkapi sistem
poliklik dengan trans, anti, stereokimia trans pada fusi cincin. Proposisi ini
dikonfirmasi oleh W. S. Johnson dan kelompoknya melalui sintesis total biomimetik
progesteron .
Berikut
ini adalah skema pada sintesis toltal dari progesteron:
Progesteron
ini merupakan hormon yang mempersiapkan lapisan rahim untuk implantasi sel telur,
adalah anggota kelas senyawa steroid yang ditemukan di di alam. Kerangka karbon
polisikliknya yang linier menyatu dengan karakteristik berbagai produk alami
steroid atau struktur triterpenoid. Progesteron merupakan hormon dari
golongan steroid yang berpengaruh pada siklus menstruasi perempuan,
kehamilan dan embriogenesis. Progesteron tergolong kelompok hormon
progestogen, dan merupakan hormon progestogen yang banyak terdapat secara
alami.
PERMASALAHAN
1.
Berdasarkan contoh retrosintesis yang telah saya contohkan diatas pada struktur progesteron tersebut, coba anda jelaskanmenurut pandangan anda mengapa diskoneksi atau pemutusan gugusnya terjadi pada bagian tersebut?
2. Bagaimanakah proses bonding (ikatan) yang terjadi pada struktur no 4 dan 5 menjadi struktur pada no 6 dan 7 (dapat dilihat pada gambar blog saya diatas). sehingga ddidapat target molekulnya.jelaskan menurut pendapat anda?
3. Pada proses siklisasi kondensasi aldol pada progresteron ini terjadi ketika dideprotonasi dengan suatu nukleofilik yang kuat yaitu HCl, nah apabila kita ganti dengan asam yang lain seperti H2SO4, bagaimana menurut anda apakah bisa diretrosintesis pada progresteron ini?
2. Bagaimanakah proses bonding (ikatan) yang terjadi pada struktur no 4 dan 5 menjadi struktur pada no 6 dan 7 (dapat dilihat pada gambar blog saya diatas). sehingga ddidapat target molekulnya.jelaskan menurut pendapat anda?
3. Pada proses siklisasi kondensasi aldol pada progresteron ini terjadi ketika dideprotonasi dengan suatu nukleofilik yang kuat yaitu HCl, nah apabila kita ganti dengan asam yang lain seperti H2SO4, bagaimana menurut anda apakah bisa diretrosintesis pada progresteron ini?
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus1. Pada struktur progesteron tersebut terdapat 3 H, H pada bagian itu mengalami dehidrogenasi oleh kerja enzim dehidrogenase makanya ikatan tersebut menjadi putus atau lepas sehingga dia menjadi ikatan rangkap dan H ini bermuatan positif dan bersifat asam.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus2. Menurut saya apabila HCL ini digantikan dengan H2SO4 proses retrosintesis pada progesteron ini tetap bisa dilakukan.
BalasHapusterimakasih