Stereokimia Lanjut Persenyawaan Kimia Organik
Pada
pertemuan kali ini kita akan membahas materi mengenai “ Stereokimia Lanjut
Persenyawan Kimia Organik”. Ntuk dapat memahami lebih lanjut mengenai
materi ini baca dan pahami sampai habis
ya.
Sebelumnya
kita telah mengetahui apa itu stereokimia yaitu susunan ruang dari atom dan gugus fungsi dalam molekul umumnya, molekul organik
dalam objek tiga dimensi yang merupakan hasil hibridisasi dan ikatan secara
geometri dari atom dalam molekul. sebelum memasuki materi lebih lanjut kita akan mengetahui dulu apa itu
persenyawaan kimia organik. Senyawa organik merupakan senya yang tersusun dari
unsur karbon dan unsur hidrogen, nah tetapi unsur hidrogen ini uga dapat
digantikan dengan unsur yang yang lain misalnya nitrogen, oksigen, fosfor.
Senyawa
organik tidaklah lepas dengan yang namya kehidupan sehari-hari karena
sebagaimana yang kita ketahui senyawa organik ini merupakan sebagian besar
penyusun sistem kehidupan kita. Seperti glukosa, bensin, cuka dan masih banyak
yang lainnya lagi. Hampir semua reaksi-reaksi yang menyangkut suatu organisme
menggunakan atau melibatkan yang namanya senyawa organik ini. Para ahli-ahli
juga sudah banyak menciptakan zat-zat organik melalui proses sintesis yang
tentunya memerlukan pengetahuan mengenai struktur dari senyawa-senyawa
tersebut.
Adapun tiga yang mencakup dari stereokimia ini :
1. Konfigurasi Molekul.
2. Konfigurasi
berkaitan dengan Kiralitas molekul
3. isomer Geometrik
Stereoisomer hanya berbeda susunan atom-atomnya dalam
ruang. Berdasarkan strukturnya stereoisomer digolongkan menjadi dua yaitu :
1. Enantiomer merupakan bayangan cermin satu sama lain.
2. Diastereomer bukan merupakan bayangan cermin
Dilihat dari mudah tidaknya berubah dari satu
stereoisomer ke stereoisomer yang lain, stereoisomer ini dibagi menjadi dua yaitu:
1. isomer-isomer konformasi merupakan yang dapat berubah dari satu stereoisomer ke stereoisomer lainnya melalui pemuatan ikatan tunggal.
2. isomer-isomer Konfigurasi merupakan yang dapat berubah dati satu stereoisimer ke stereoisomer lainnya melalui pemutusan dan penyambungan kembali ikatan- ikatan kovalen.
Permasalahan:
1. Seperti yang kita ketahui senyawa organik sangat erat hubungannya dengan kehidupan kita. Nah coba kalian jelaskan penerapan senyawa organik pada bidang pangan dan tolong berikan contohnya.
2. Seperti yang kita ketahui dalam bidang pertanian sering digunakan senyawa organik berupa pestisida, nah bagaimanakah cara kerja pestisida tersebut dalam membasmi hama tanaman?
3. pada blog diatas telah dijelaskan Enantiomer dan Diastereomer, tolong anda berikan contoh kedua jenis tersebut?
Mohon penjelasannyaya.
Assalamualaikum emy, saya ira desmila nim A1C117010 akan mencoba menjawab permasalahan no.1. Senyawa kimia organik sangat banyak dalam makanan (pangan) yang kita konsumsi sehari-hari. Contoh nya saja asam benzoat yang menjadi bahan pengawet dalam makanan ringan yang sering kita konsumsi sehari-hari. Semoga membantu..
BalasHapushai emy, perkenalkan nama saya ruslan rabani dengan nim a1c117028, saya coba bantu selesaikan permasalahan kedua.
BalasHapuskerja pestisida sebenarnya terdapat dua bentuk dimana meracuni hama langsung atau meracuni kulit tanaman dan hama akan keracunan setelah memakan tanaman tersebut. ada beberapa cara kerja pestisida yang sering digunakan petai, salah satunya adalah pestisida racun kontak dimana pestisida akan measuk kedalam jaringan tubuh dari hama saat disemprotkan. kemudian akan terjadi gangguan fungsi fisiologi hama dan berakibat hama mati. contoh dari pestisida ini adalah sipermetrin.
semoga membantu
Hai Emy. Saya Regina Purba akan mencoba permasalahan nomor 3. Jadi contoh dari enantiomer itu ada untuk gula, ini mudah ditentukan menggunakan proyeksi Fischer. G-D (seperti D-mannose) memiliki OH di kanan, sedangkan G-L (seperti L-mannose) memiliki OH di sebelah kiri. Sedangkan contoh dari diastereomer itu dengan Galaktosa dan gula lainnya, Mannose.
BalasHapus